Jasa Pengendalian Semut

umpan semut 3BIOLOGI UMUM

Semut memilki metamorphosis sempurna : telur – larva – pupa – imago, sebagai serangga social semut seperti halnya rayap memiliki kasta sebagai berikut :

  1. Swarmer / alate : berfungsi sebagai laron, untuk kopulasi dan membentuk koloni baru, koloni dapat membentuk swarmer setelah berumur 1- 2 tahun.
  2. Worker, (pekerja): merupakan imago betina yang mandul, dengan tugas memelihara sarang mempertahankan koloni dan mencari makan.
  3. Queen (ratu) : merupakan imago dari swarmer betina yang memiliki tugas bertelur.
  4. Pejantan : swarmer jantan bersayap yang bertugas mengawini ratu, dan pejantan akan mati setelah mengawini ratunya.

 

JENIS SEMUT DAN HABITATNYA

  1. Semut kayu / Carpenter ant ( lamponotus sp), menyukai madu dan bersifat polifag, (makan beberapa jenis makanan manis), bersarang didalam tanah dengan koloni mencapai 3000 ekor dalam 3-6 tahun, mampu merayap naik hingga 90m, dengan jejak feromon dapat kembali ke sarangnya untuk kemudian diikuti oleh kelompoknya.
  2. Semut api / fire ants (solenopsis spp), jenis ini suka menggigit manusia, menyebabkan gatal, bersarang didalam tanah lepas atau pasir, tumpukan kayu, atau sela-sela lantai, dengan koloni 300.000-500.000 ekor, radius aktifitasnya mencapai 90 m.
  3. Semut pharaoh / semut gula(monomorium pharaonsis), jenis ini masih sulit diidentifikasi, sarangnya dapat menyebar di mana-mana, populasi bisa dari beberapa ratu.

Semut semak / rangrang (formica sp), umumnya berwarna merah dan hidup dipohon dengan mebuat sarang didaun, beberapa jenis hidup disemak dan berwarna hitam, belum banyak di ketahui tentang sosialisasi semut jenis ini, jenis ini memiliki kebiasan unik menangkap dan mengambil pupa dan larva semut semua jenis untuk dibawa kesarangnya.

 CARA PENGENDALIAN

1. Inspeksi, inspeksi harus ditujukan untuk menemukan sarang semut dengan berdasarkan kepada kebiasaan hidup tiap jenis semut baik didalam gedung atau diluar gedung.
baiting

umpan semut

umpan semut

2. Spraying pada sarang, dan jalur distribusi semut.

3. Baiting pada sarang, dan jalur distribusi semut

 

No Comments Yet

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>